Dosen Teologi STAKat Negeri Pontianak Perkuat Nilai Toleransi dalam Pengabdian Masyarakat di Nyarumkop

Singkawang – Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang nyata bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi atas persoalan sosial. Komitmen tersebut kembali diwujudkan oleh Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak (STAKat Negeri Pontianak) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan di Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Minggu (2/8/2026).

Melibatkan pelajar, Orang Muda Katolik (OMK), dan masyarakat umum, kegiatan ini dirancang sebagai forum edukasi yang mengintegrasikan tiga isu strategis, yakni pelestarian lingkungan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penguatan budaya toleransi. Ketiga tema tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi dinamika kehidupan di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.

Kegiatan dibuka oleh Venansius, S.Pd., Gr., M.Th., yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat STAKat Negeri Pontianak, Dr. Florensius Sutami, S.S., M.M.Pd., menjelaskan bahwa keberlanjutan sebuah masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas karakter warganya. Karena itu, penguatan kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan seiring dengan pembangunan nilai-nilai kemanusiaan.

“Menjaga alam sesungguhnya adalah bagian dari tanggung jawab moral manusia. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk hidup selaras dengan lingkungan, maka kualitas kehidupan generasi sekarang maupun generasi mendatang akan semakin terjamin,” ungkapnya.

Persoalan ketahanan sosial juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut melalui penyampaian materi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si. Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga melemahkan ketahanan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu, upaya pencegahan memerlukan keterlibatan aktif keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, serta komunitas lokal.

Sorotan utama kegiatan ini hadir melalui materi yang disampaikan oleh Dr. Felisitas Yuswanto, M.Hum., dosen Teologi STAKat Negeri Pontianak. Dalam paparannya, ia mengajak peserta memaknai toleransi bukan sekadar sebagai sikap menghargai perbedaan, melainkan sebagai nilai teologis yang menggerakkan setiap orang untuk membangun relasi yang dilandasi kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, masyarakat yang majemuk membutuhkan lebih dari sekadar hidup berdampingan. Kehidupan bersama harus dibangun melalui dialog yang terbuka, kemauan untuk bekerja sama, dan semangat solidaritas agar keberagaman menjadi sumber kekuatan, bukan pemisah.

“Toleransi merupakan praktik nyata dari kasih kepada sesama. Ketika masyarakat mampu membangun dialog, saling menghargai, dan bekerja sama melampaui berbagai perbedaan, maka perdamaian tidak hanya menjadi cita-cita, tetapi menjadi budaya yang hidup dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dr. Felisitas.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab strategis dalam menghadirkan pendidikan yang mampu menyentuh dimensi intelektual sekaligus spiritual. Karena itu, nilai-nilai teologi perlu dihadirkan secara kontekstual agar dapat menjawab tantangan kehidupan masyarakat modern, khususnya dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia. Beragam pertanyaan dan pengalaman yang muncul menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membangun lingkungan yang sehat, bebas dari penyalahgunaan narkoba, serta kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim PKM STAKat Negeri Pontianak yang terdiri atas Dr. Florensius Sutami, S.S., M.M.Pd. sebagai ketua, didampingi Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si., Dr. Felisitas Yuswanto, M.Hum., Dr. Basuki Wibowo, M.Pd., Antoni Riyanto Wahyudi, S.Pd., M.Th., Maria Magdalena, S.Pd., dan Paula Leony Putri Tarigas, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, STAKat Negeri Pontianak kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran para dosen lintas disiplin ilmu, khususnya dosen Teologi, memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan ruang implementasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan untuk membangun masyarakat yang peduli lingkungan, tangguh menghadapi berbagai ancaman sosial, serta menjunjung tinggi toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama.

Similar Posts